LATIHAN TERAPI BERCAKAP - CAKAP TERHADAP PENURUNAN TINGKAT HALUSINASI PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT SOEHARTO HEERDJAN
DOI:
https://doi.org/10.64069/jkd.v2i1.18Keywords:
HalusinasiAbstract
Latar Belakang: Halusinasi merupakan gangguan persepsi ketika individu merasakan sesuatu yang tidak nyata, salah satunya halusinasi pendengaran sebagai gejala positif skizofrenia. Halusinasi pendengaran perlu segera ditangani karena dapat memicu perilaku agresif. Salah satu tindakan keperawatan yang dapat diberikan yaitu latihan terapi bercakap- cakap untuk membantu pasien mengalihkan perhatian dari suara halusinasi. Terapi bercakap-cakap bermanfaat menumbuhkan kepercayaan diri pasien serta meningkatkan kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Tujuan peneliti ini untuk menganalisis latihan terapi bercakap–cakap dapat menurunkan tingkat halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan melibatkan 2 responden yang mengalami halusinasi pendengaran. Instrumen: Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS), lembar observasi tanda dan gejala, standar oprasional latihan terapi bercakap-cakap. Pelaksanaan intervensi dilakukan selama 4 hari berturut-turut dengan 2 kali pertemuan dalam sehari dengan durasi waktu 30-45 menit. Hasil: penelitian ini kedua responden mengalami penurunan tingkat halusinasi pendengaran yang signifikan yakni responden I dari skor 29 (halusinasi pendengaran berat) menjadi 4 (halusinasi pendengaran ringan), responden II dari skor 38 (halusinasi pendengaran sangat berat) menjadi 8 (halusinasi pendengaran ringan). Kesimpulan: Latihan terapi bercakap-cakap dapat membantu menurunkan tingkat halusinasi pendengaran.
References
Alfaniyah, U., & Pratiwi, Y. S. (2022). Penerapan Terapi Bercakap-cakap Pada Pasien Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, 1, 2398–2403. https://doi.org/10.48144/prosiding.v1i.1077
Butar-Butar, T. (2024). Faktir-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perawatan Keluarga Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). 1, 56–66.
Elmiyati, & Dian, C. N. (2023). Gambaran Karakteristik Pasien Halusinasi DI Ruang Rawat Inap RSJ Aceh. 7(2), 8–12.
Cahayatiningsih, D., & Rahmawati, A. N. (2023). Studi Kasus Implementasi Bercakap-cakap pada Pasien Halusinasi Pendengaran. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(2), 743–748. https://doi.org/10.37287/jppp.v5i2.1571
Famela, F., Kusumawaty, I., Martini, S., & Yunike, Y. (2022). Implementasi Keperawatan Teknik Bercakap-Cakap Pada Pasien Halusinasi Pendengaran. Jurnal ’Aisyiyah Medika, 7(2), 205–214. https://doi.org/10.36729/jam.v7i2.869
Haddise, M. (2018). Gambaran Daya Nilai Realitas Pasien Halusinasi Di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Provinsi Sulawesi Selatan. 1–10.
Herlina, W. S., Hasanah, U., & Utami, I. T. (2024). Penerapan Terapi Menghardik dan Menggambar Terhadap Tanda dan Gejala Pada Pasien Halusinasi Pendengaran. Jurnal Cendikia Muda, 4(4), 625–633. https://www.jurnal.akperdharmawacana.ac.id/index.php/JWC/article/view/632/437
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan (Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan) (R. M. Sijabat (ed.); kelima). Erlangga.
Jatinandya, M. P. A., & Purwito, D. (2020). Terapi Okupasi Pada Pasien Dengan Halusinasi Di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, September, 295–301.
Kemenkes. (2023). Survai Kesehatan Indonesia (SKI). Kota Bukitinggi Dalam Angka, 01, 1–68.
Laia, V. A. S., & Pardede, J. A. (2022). Penerapan Terapi Generalis pada Penderita Skizofrenia dengan Defisit Perawatan Diri di Ruang Pusuk Buhit Rsj Prof.Dr. Muhammad Ildrem: Studi Kasus. Defisit Perawatan Diri, 4(2), 32–39.
Mawaddah, N., Sari, I. P., & Prastya, A. (2020). Faktor Predisposisi Dan Presipitasi Terjadinya Gangguan Jiwa Di Desa Sumbertebu Bangsal Mojokerto. Hospital Majapahit, 21(1), 1–9. https://www.golder.com/insights/block-caving-a-viable-alternative/
Mister, Adi, N., & Rahmawati, A. N. (2022). Studi Kasus Halusinasi Pendengaran pada Pasien Schizofrenia. Jurnal Keperawatan Notokusumo, 10(1), 21. https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/jkn/article/download/195/129/698
Nuuru, H. R. A., & Pratiwi, A. (2024). Efektivitas Terapi Musik sebagai Intervensi Mengontrol Halusinasi Pendengaran: Case Report. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ), 12(2), 297–304.
Pardede, Erwin Silitonga, & Gustavus Endowment H Laia. (2020). The Effects of Cognitive Theraphy on Changes in Symptoms of Hallucinations in Schizophrenic Patients. Indian Journal of Public Health Research & Development, 11(10), 256–262.
Safitri, E. N., Hasanah, U., Utami, I. T., Keperawatan, A., Wacana, D., & Kunci, K. (2022). Application of Classical Music Therapy in Hearing Hallucination Patients. Jurnal Cendikia Muda, 2, 173–180.
Setiawan, H., Solikhina, I., & Nada, U. N. (2022). Kontribusi Agama Dalam Kesehatan Mental. Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 12(1), 69–87. https://doi.org/10.54459/aktualita.v12i1.395
Stuart & Keliat. (2023). Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart (B. A. Keliat (ed.); 2nd ed.). Elsevier Inc.
Tombokan, M., Rahman, Nur, M., Angriani, S., Fitri, F., & Subriah. (2022). Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kekambuhan Penderita Halusinasi Pendengaran. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 2(1), 337–344. https://doi.org/10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i1.3520
Wati, C. S., Hasanah, U., & Utami, I. T. (2023). Penerapan Latihan Personal Hygiene : Kebersihan Diri Terhadap Kemampuan Pasien Defisit Perawatan Diri Di Ruang Kutilang Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung. Jurnal Cendikia Muda, 3(1), 103–111.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Gilman Faza, Buntar Handayani, Putri Permata Sari, Sri Atun Wahyuningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










