INTERVENSI TERAPI RELAKSASI AUTOGENIC TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI KELURAHAN KARANGANYAR

Authors

  • Ilma Shofiya Akademi Keperawatan Pelni
  • M. Luthfi Adillah Akademi Keperawatan Pelni
  • Sri Atun Wahyuningsih Akademi Keperawatan Pelni
  • Putri Permata Sari Akademi Keperawatan Pelni
  • Lenny Rosbi Rimbun Akademi Keperawatan Pelni

DOI:

https://doi.org/10.64069/jkd.v2i1.26

Keywords:

Diabetes Mellitus

Abstract

Latar Belakang: Pengelolaan kadar gula darah merupakan aspek penting dalam penanganan diabetes melitus (DM) untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup. Terapi relaksasi autogenic, yaitu teknik relaksasi dengan sugesti diri, berperan dalam menurunkan stres yang dapat memengaruhi kadar glukosa darah. Berdasarkan kondisi tersebut, terapi relaksasi autogenic berpotensi menjadi metode pendamping yang sederhana, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus dengan terapi relaksasi Autogenic di Kelurahan Karang Anyar, Jakarta Pusat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan melibatkan 4 pasien. Terapi relaksasi autogenic dilakukan 1 kali pemberian sehari selama 3 hari dengan durasi 15 – 20 menit. Penurunan kadar gula darah sewaktu terlihat dari perbandingan data sebelum dan sesudah intervensi yang tercatat pada lembar observasi harian. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi relaksasi dapat menurunkan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus. Data dari lembar observasi harian keempat responden memperlihatkan peurunan kadar gula darah sewaktu yang signifikan dengan rata-rata penurunan sebesar 41,25 mg/dl dari 236,65 mg/dl menjadi 195 mg/dl setelah dilakukan terapi relaksasi autogenic.Kesimpulan: Penelitian ini menyatakan penurunan kadar gula darah sewaktu yang signifikan pada keempat responden setelah melakukan terapi relaksasi autogenic dengan rata-rata penurunan sebesara 41,25 mg/dl.

References

Ambrawati, Y. I. P. S. (2024). Penerapan teraap relaksasi autogenik untuk menurunkan kadar glukosa darah pada psien diabetes melitus (DM) Tipe 2 RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. 8(3), 312–321.

Aisyiyah. (2018). Hubungan Jenis Kelamin , Olah Raga Dan Obesitas. 2(April), 93–100.

Anggreini, S. N., & Lahagu, E. L. (2021). Pengaruh pendidikan kesehatan tentang diabetes melitus terhadap sikap pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah puskesmas rejosari pekanbaru. XV(02), 62–71.

Anisa, A., Syafrinanda, V., & Fentiana, N. (2024). Manajemen hiperglikemia pada pasien diabetes melitus tipe II dirumah sakit TK II Putri hijau medan. 3(8), 3753–3768.

Aprilani, S., & Warsono, W. (2023). Terapi rileksasi autogenik dapat menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2.

Arania, R., Triwahyuni, T., Esfandiari3, F., & Nugraha, F. R. (2021). Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin, Dan Tingkat Pendidikan Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Di Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah. 5(September), 146– 153.

Astutisari1, D. A. E. C., Darmini2, A. A. . Y., & Ida Ayu Putri Wulandari. (2022). ( The Correlation between Physical Activity and Blood Sugar Level in Patient with Type 2 Diabetes Mellitus in Public Health Centre Manggis I ). 6(2), 79–87.

Della, A., Subiyanto, P., & Maria, A. (2023). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. 7(2), 124–136. https://doi.org/10.22146/jkkk.83090

Hidayat, R., Naziyah, & Sahira, A. (2024). Peyuluhan pencegahan komplikasi diabetes melitus tipe2 pada peyandang diabetes di puskesmas cakung jakarta timur. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 7, 4314–4322.

Istianah, A. L., & Kushayati, N. (2022). Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Menggunakan Metode Electrical Stimulation. I, 1–9.

Kementerian Kesehatan RI. (2024). Kegawatdaruratan diabetes melitus. https://lms.kemkes.go.id/courses/82d4eda7- aa52-4651-9bcf-d8344f2cc9d7

Nina, Purnama, H., & Solihat, H. Z. N. A. M. (2023). Determinan resiko dan pencehana terhadap kejadian penyakit diabetes melitus tipe 2 pad usia produktif di wilayah DKI Jakarta. 158–166. https://doi.org/10.53801/jphe.v2i4.148

Ningrung, R. . A. M. C., Hasanah, U., & Ludiana. (2021). Penerapan relaksasi autogenik terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. 1, 549–553.

Nugroho, H., Ernawilis, Suheti, & Syamlan, S. fadwa. (2023). penyuluhan kesehatan tentang pengetahuan pencegahan diabetes melitus di desa rawat rengas. 5, 1063–1070.

Petra, P., Siahaan, H., Damanik, A. O., Uli, S. P., Purba, E. B., Br, G., Manihuruk, S., Siregar, S. D., Siagian, M., Sihotang, W. Y., & Kurniawan, M. A. (2024). Pencegahan Diabetes Melitus Tipe Ii Pada Pekerja Usia Produktif Di Universitas Prima Indonesia. 5, 266–277.

Rista, R. (2021). Hubungan usia, jenis kelamin dan hipertensi dengan kejadian diabetes melitus tipe 2.

Suratman, N., Liasari, A., & Amran, N. (2023). Tingkat Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Tipe II Dalam Mengendalikan Gula Darah The level of compliance of type II diabetes mellitus patients in controlling blood sugar Pendahuluan Metode. 481–487. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.1126

Trihandini, E., & Britama1Bernadetha. (2024). Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Hipertensi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk Tiram Kota Banjarmasin Tahun 2024 Prodi Sarjana Keperawatan dan Ners , STIKES Suaka Insan , Banjarmasin , Indonesia. 5(2), 130–138.

Vena, R., Kesehatan, F., Dian, U., Semarang, N., & Melitus, D. (2022). hubungan antara pola makan dengan kajian diabetes melitus. 255–266.

Yulita, R. F., Yuswandi, Nurjanah, D. P., & Fakultas. (2024). Pengaruh Relaksasi Autogenik Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe Ii Di Wilayah Kerja Puskesmas Jampang Tengah Tahun 2024 Rita. 4(1), 6631622–6631624.

Published

2026-01-31

How to Cite

Ilma Shofiya, M. Luthfi Adillah, Sri Atun Wahyuningsih, Putri Permata Sari, & Lenny Rosbi Rimbun. (2026). INTERVENSI TERAPI RELAKSASI AUTOGENIC TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI KELURAHAN KARANGANYAR. Jurnal Keperawatan Degeneratif Pelni, 2(1), 88–95. https://doi.org/10.64069/jkd.v2i1.26