TERAPI AFIRMASI POSITIF UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI RENDAH DI RUMAH SAKIT SOEHARTO HEERDJAN JAKARTA

Authors

  • Salwa Harmalia Akademi Keperawatan Pelni
  • Sri Atun Wahyuningsih Akademi Keperawatan Pelni
  • Isnayati Akademi Keperawatan Pelni
  • Buntar Handayani Akademi Keperawatan Pelni

DOI:

https://doi.org/10.64069/jkd.v2i1.21

Keywords:

Harga Diri

Abstract

Harga diri rendah merupakan kondisi ketika individu merasa tidak berharga, tidak berarti, dan rendah diri secara berkepanjangan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kurangnya dukungan sosial, ekonomi tidak stabil, kegagalan berulang, serta kehilangan anggota tubuh yang menimbulkan perasaan tidak berguna dan penilaian negatif terhadap diri sendiri. Terapi afirmasi positif merupakan intervensi penting bagi pasien harga diri rendah, di mana individu mengulangi kalimat positif kepada diri sendiri baik secara lisan maupun dalam hati untuk menumbuhkan pikiran positif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi afirmasi positif terhadap peningkatan harga diri pada pasien harga diri rendah. Menggunakan metode penelitian pendekatan deskriptif studi kasus pada dua responden yang diberikan terapi selama lima hari dengan durasi 10 menit setiap sesi. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi tanda dan gejala harga diri rendah serta kuesioner Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Hasil observasi menunjukkan peningkatan pada Responden I dari skor 10 (rendah) menjadi 7 (sedang) pada hari ke-3 dan 5 (sedang) pada hari ke-5. Responden II meningkat dari skor 12 (rendah) menjadi 8 (sedang) pada hari ke-2 dan 5 (sedang) pada hari ke-5. Skor RSES juga meningkat pada Responden I dari 14 (rendah) menjadi 25 (sedang), dan Responden II dari 14 (rendah) menjadi 23 (sedang). Penelitian ini membuktikan bahwa terapi afirmasi positif efektif meningkatkan harga diri pasien dengan harga diri rendah, serta direkomendasikan untuk diterapkan oleh perawat jiwa dalam praktik keperawatan di rumah sakit jiwa.

References

Ambarwati dkk. 2025. Pengaruh Afirmasi Positif Untuk Meningkatkan Haga Diri Rendah Pada Korban Bullying. Peran Mikronutrisi Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 14(3): 75–82. https://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1979/1260.

Cruz et al. 2023. Trajectories of Social Withdrawal and Social Anxiety and Their Relationship with Self-Esteem before, during, and after the School Lockdowns. Scientific Reports 13(1): 1–10. https://doi.org/10.1038/s41598-023-43497-w.

Han et al. 2024. The Relationship Between Parental Academic Achievement Pressure, Physical Activity, Self-Esteem, and Body Image Among South Korean Adolescents. Adolescents 4(4): 484–92.

Hariyadi et al. 2021. Faktor Keturunan Dengan Kejadian Skizofrenia. Jurnal Keperawatan Jiwa 9(3): 685.

Kurniasari et al. 2024. The Impact of Job Insecurity and Workplace Bullying on Employee Performance as Measured by Mental Health as an Intervening Variable on Islamic Junior High School Employees in Wajak District, Malang Regency. International Journal of Social Science and Human Research 7(09): 7284–91.

Lindayani et al. 2024. Self-Esteem among Men Who Have Sex with Men Living with HIV: A Qualitative Study. Jurnal Promkes 12(2): 247–53.

Listiana dkk. 2021. Hubungan Mekanisme Koping Dengan Menarik Diri Pada Pasien Rawat Inap Di Ruang Murai B Dan Anggrek Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi Bengkulu Abstract : Relationship of Coping Mechanism With Self Withdraw on Patients Who Treated in Murai B and Ang. [Manuju: Malahayati Nursing Journal 3(1).

Pradipta dkk. 2024. Faktor Internal Psikologis Terhadap Ide Bunuh Diri Remaja Di Indonesia. Journal Of Social Science Research 4(2): 8092–8109.

Riskesdas, Kemenkes. 2018. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS).

Rompas dkk. 2020. Hubungan Konsep Diri Dengan Perilaku Bullying Pada Siswa Smp Advent 1 Jakarta. Jurnal Skolastik Keperawatan 6(2): 135–44.

Safaruddin et al. 2024. Self Esteem Dan Workplace BulliyingPada Karyawan.

Septyanti, Dkk. 2024. Penerapan Terapi Afirmasi Positif Pada Pasien Dengan Harga Diri Rendah Di Rumah Sakit Jiwa Palembang. Jurnal Anestesi 2(3): 168–77.

Setyaningrum et al. 2024. Dampak Harapan Orang Tua Yang Tidak Realistis Terhadap Akademik Remaja: Kajian Sistematik. Jurnal Psikologi 1(4): 16.

Survei Kesehatan Iindonesia. 2023. “SKI.” Ministry of Health: 1–68.

Sriati, Suharli &. 2023. Penerapan Intervensi Terapi Afirmasi Positif Pada Pasien Dengan Harga Diri Rendah Kronik: Studi Kasus Deskriptif. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa 6(1): 597–601. https://journalppnijatengorg/indexphp/jikj.

Stevani et al. 2024. Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Harga Diri Rendah Di Rskd Dadi Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan 4: 2024.

Ulya Dkk. 2021. Peran Pola Asuh Orang Tua Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Pada Anak. Jurnal Golden Age 5(02): 304–13.

Winarno, Bambang Suko. 2020. Analisis Layanan Peningkatan Kualitas Hidup Orang Dengan Gangguan Jiwa (Odgj). Academica : Journal of Multidisciplinary Studies 4(1): 133–46.

Published

2026-01-31

How to Cite

Salwa Harmalia, Sri Atun Wahyuningsih, Isnayati, & Buntar Handayani. (2026). TERAPI AFIRMASI POSITIF UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI RENDAH DI RUMAH SAKIT SOEHARTO HEERDJAN JAKARTA. Jurnal Keperawatan Degeneratif Pelni, 2(1), 39–49. https://doi.org/10.64069/jkd.v2i1.21