PEMBERIAN JUS MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI

Authors

  • Devi Ismeiyanti Akademi Keperawatan Pelni
  • Tioma Naibaho Akademi Keperawatan Pelni
  • Dimas Utomo Hanggoro Putro Akademi Keperawatan Pelni
  • Buntar Handayani Akademi Keperawatan Pelni
  • Lenny Rosbi Rimbun Akademi Keperawatan Pelni

DOI:

https://doi.org/10.64069/jkd.v2i1.22

Keywords:

Hipertensi

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit dimana tekanan darah sistolik melebihi angka 140mmHg dan diastolik 90mmHg. Terapi non-farmakologi menggunakan bahan yang alami seperti mentimun dan mulai banyak dikaji sebagai alternatif untuk membantu menurunkan tekanan darah. Dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus mentimun (cucumis sativus) terhadap penurunan tekanan darah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan melibatkan tiga responden penderita hipertensi di RW 06 Joglo 2 Jakarta Barat. Intervensi berupa pemberian jus mentimun (cucumis sativus) sebanyak 200ml, 2x/hari selama 7 hari. Data tekanan darah (TD) diukur menggunakan tensimeter manual sebelum, dan sesudah intervensi. Hasil: Responden I menunjukkan penurunan tekanan darah di hari pertama pagi sebelum 155/90mmHg menjadi hari ketujuh sore sesudah 120/70mmHg setelah 7 hari intervensi. Responden II mengalami penurunan dari hari pertama sebelum 1445/95mmHg menjadi hari ketujuh sore sesudah 121/70mmHg. Responden III mengalami penurunan dari hari pertama pagi sebelum 150/90mmHg menjadi hari ketujuh sore sesudah 128/80mmHg. Ketiga responden melaporkan gejala subjektif, seperti berkurangnya kesulitan tidur, kaki yang terasa kebas, dan mata yang berkunang-kunang. Kesimpulan: Kesimpulannya, pemberian jus mentimun efektif sebagai metode non-farmakologis untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan dapat dijadikan strategi pendukung yang mudah untuk diaplikasikan di masyarakat.

References

Asari, H. R. V., & Helda, H. (2021). Hubungan Obesitas dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas PB Selayang II Kecamatan Medan Selayang, Medan. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 5(1). https://doi.org/10.7454/epidkes.v5i1.4043

Inayah, N., & Reza, R. S. (2021). Faktor yang Mempengaruhi Hipertensi pada Lansia. STIKes Ngudia Husada Madura, 22, 1–10. http://repository.stikesnhm.ac.id/id/eprint/1096%0A

Ivanali, K., Amir, T. L., Munawwarah, M., & Pertiwi, A. D. (2021). Hubungan Antara Aktivitas Fisik Pada Lanjut Usia Dengan Tingkat Keseimbangan. Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi, 21(01), 51–57. https://doi.org/10.47007/fisio.v21i01.4180

Khairunnissa, K., Norfai, N., & Hadi, Z. (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Barabai Tahun 2021. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 11(2), 165. https://doi.org/10.36565/jab.v11i2.455

Somantri, U. W. (2020). Efektivitas Jus Mentimun Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi di Desa Kondangjaya Pandeglang Banten. Jurnal Abdidas, 1(2), 57–63. https://doi.org/10.31004/abdidas.v1i2.14

Sustiyono, A., Ismanti, R., Nurhayati, S., & Dahlina, U. (2023). The Effect of Cucumber Juice on Lowering Blood Pressure Among Hypertensive Patients: Literature Review. KnE Social Sciences, 2023, 91–102. https://doi.org/10.18502/kss.v8i14.13822

Tiara, U. I. (2020). Hubungan Obesitas Dengan Kejadian Hipertensi. Journal of Health Science and Physiotherapy, 2(2), 167–171. https://doi.org/10.35893/jhsp.v2i2.51

Published

2026-01-31

How to Cite

Devi Ismeiyanti, Tioma Naibaho, Dimas Utomo Hanggoro Putro, Buntar Handayani, & Lenny Rosbi Rimbun. (2026). PEMBERIAN JUS MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI . Jurnal Keperawatan Degeneratif Pelni, 2(1), 50–63. https://doi.org/10.64069/jkd.v2i1.22